LIFE BEGINS
Em pengalaman saya di dunia broadcast di mulai dari saya training di salah satu stasiun daerah di kota solo, entah kenapa saya dari dulu tertarik di dunia broadcast dan padahal saya adalah mahasiswa pariwisata di salah satu sekolah tinggi pariwisata swasta di solo, tapi di sini saya tidak patah arang untuk mencoba sesuatu yang mungkin bisa di katakan melenceng dari jurusan yang saya ambil ini.
Teman-teman saya satu kelas maupun beda kelas yang mengambil jurusan perhotelan serta pariwisata semua mengambil training ke dua ini pas dengan jurusan mereka, contoh na ada yang training di dinas pariwisata,travel agent,dan di hotel, mereka mungkin sudah memantapkan akan bekerja di dunia pariwisata dan jiwa mereka sudah pariwisata.
ya walaupun jiwa saya juga pariwisata tapi di sisi lain panggilan untuk bisa menggeluti dunia broadcast sangat lah kuat, karena saya dari dulu mempunyai cita-cita bekerja di dunia broadcast atau menjadi news anchor yang handal. dan akhirnya pengalaman saya untuk mencoba di dunia broadcast sudah saya mulai di training ke dua, ya walaupun saya memposisikan sebagai anak training atau magang, tp ilmu yang saya terserap banyak sekali.
Ilmu ini yang kelak menjadi bekal saya untuk lebih memantapkan bekerja di dunia broadcast. di sini saya sudah belajar editing,reporter,voice over(VO) serta pembaca berita atau news anchor, ya walaupun masih belepotan kemana dan perlu ekstra tenaga untuk lebih belajar lagi. Tapi inilah yang dinamakan "Life Begins"
di mana jalan sudah terbuka untuk lebih jauh mendalami apa itu dunia broadcast.
pengalaman pertama saya menjadi wartawan ketika meliput tentang penutupan balai penanganan konsumen di solo, dan HUT salah satu SMA negri ternama di solo. jadi wartawan itu harus ekstra sabar dan ekstra segala nya. karena kita harus menangani narasumber(narsum) yang beda-beda sifat. ada yang emosian,sabar, sampai yang songong, ada aja kelakuan para narsum yang bikin greget.
waktu ngeliput salah satu sekolah negri ternama di solo,dengan kepala sekolah nya menjadi narsum nya, kampret si doi songong abis, gue di tanya dulu SMA mana, gue jwb SMK gue, eh si doi bilang " walahhhh SMK mu itu mana, gek kepala sekolah nya siapa", kampret dalam ati gue bilang, nie kepala sekolah songong mutlak!. duh tapi ya harus profesional lah, biarin si songong ,menggila. hahahaha
banyak sekali pengalaman sma narsum-narsum yang lain nya,ada juga narsum yang malah curhat , ya gue dengerin aja sambil bilang iya-iya, biar mereka puas, dan hal yang paling membosan kan bagi para wartawan adalah menunggu, yap menunggu para narsum ataupun tersangka-tersangka kriminal, dan untuk membunuh kebosanan itu para wartawan selancar di media sosial seperti twitter contoh nya.
tak heran di mana pun tempat nya kita berani selonjoran maupun tiduran entah itu di polsek,di pojokan gedung pokok nya di mana pun kita menunggu para narsum-narsum yang lama, inilah dunia wartawan yang mungkin kejam bagi kami, tapi kita harus profesional dan dapat menyuguhkan berita yang fresh kepada pemirsa-pemirsa yang di mana pun berada agar tak ketinggalan dengan berita.
jadi wartawan itu enak, tapi susah di jalani nya:)
@tabitashinta
waktu ngeliput salah satu sekolah negri ternama di solo,dengan kepala sekolah nya menjadi narsum nya, kampret si doi songong abis, gue di tanya dulu SMA mana, gue jwb SMK gue, eh si doi bilang " walahhhh SMK mu itu mana, gek kepala sekolah nya siapa", kampret dalam ati gue bilang, nie kepala sekolah songong mutlak!. duh tapi ya harus profesional lah, biarin si songong ,menggila. hahahaha
banyak sekali pengalaman sma narsum-narsum yang lain nya,ada juga narsum yang malah curhat , ya gue dengerin aja sambil bilang iya-iya, biar mereka puas, dan hal yang paling membosan kan bagi para wartawan adalah menunggu, yap menunggu para narsum ataupun tersangka-tersangka kriminal, dan untuk membunuh kebosanan itu para wartawan selancar di media sosial seperti twitter contoh nya.
tak heran di mana pun tempat nya kita berani selonjoran maupun tiduran entah itu di polsek,di pojokan gedung pokok nya di mana pun kita menunggu para narsum-narsum yang lama, inilah dunia wartawan yang mungkin kejam bagi kami, tapi kita harus profesional dan dapat menyuguhkan berita yang fresh kepada pemirsa-pemirsa yang di mana pun berada agar tak ketinggalan dengan berita.
jadi wartawan itu enak, tapi susah di jalani nya:)
1